Kabupaten Paser masih kekurangan tenaga pengajar baik dari segi jumlah maupun tingkat kompetensiPaser (ANTARA) - Ketua I Komisi Nasional Pendidikan Provinsi Kaltim, Kasrani Latief menyebutkan, salah satu masalah pendidikan di Kabupaten Paser adalah kurangnya tenaga pengajar (guru) yang memiliki kompetensi.
"Kabupaten Paser masih kekurangan tenaga pengajar baik dari segi jumlah maupun tingkat kompetensi," kata Kasrani di Tanah Grogot, Selasa.
Ia berharap kepada pemerintah daerah untuk mengupayakan penambahan tenaga pengajar sekaligus peningkatan kompetensi melalui program-program pelatihan mulai dari tingkat Paud, SD dan SMP.
Selain itu juga masalah fasilitas pendidikan yang belum merata, baik di lembaga pendidikan formal maupun informal. Fasilitas pendidikan bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga untuk guru dan siswa.
Oleh karena itu katanya, untuk memajukan pendidikan di Paser perlu adanya kolaborasi pemangku kepentingan yakni pemerintah, swasta, masyarakat, dan organisasi.
Lanjutnya, pemerintah melalui Dinas Pendidikan memiliki tugas mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas. Sementara pihak swasta, memiliki peran membantu pemerintah melalui dana tanggung jawab sosialnya.
Kasrani menilai sejauh ini perhatian Pemerintah Kabupaten Paser terhadap kemajuan dunia pendidikan sudah cukup bagus.
"Namun perlu lebih ditingkatkan, mengingat Paser posisinya akan menjadi daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN), " katanya.
Selain itu juga pemerintah dan pemangku kepentingan harus memfasilitasi siswa berprestasi mulai dari SD hingga perguruan tinggi secara berkesinambungan.
"Peran guru pendamping sebagai motivator agar anak semangat untuk terus belajar juga harus ditingkatkan termasuk peran komite sekolah maupun komite kelas, " kata Kasrani.
Pewarta: R. WartonoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026