Meskipun Kaltim masih mengimpor,namun kita harus bangga karena nilai impornya jauh lebih rendah ketimbang nilai ekspor dalam periode yang sama dengan besaran 15,883 miliar dolar AS,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Nilai impor ke Provinsi Kaltim dari sejumlah negara asal pada semester pertama 2013 mencapai 5,092 miliar dolar AS dengan komoditas yang diimpor antara lain bahan bakar mineral, mesin dan aneka produk kimia.

"Meskipun Kaltim masih mengimpor,namun kita harus bangga karena nilai impornya jauh lebih rendah ketimbang nilai ekspor dalam periode yang sama dengan besaran 15,883 miliar dolar AS," ucap Plh Kepala Badan Pusat Statitik (BPS) Kaltim Achmad Zaini di Samarinda, Senin.

Komoditas impor Kalimantan Timur (Kaltim) yakni minyak dan gas (migas) siap pakai dari Nigeria dengan nilai 952,31 juta dolas AS.

Kemudian impor migas dari Azerbaijan sebesar 892,57 juta dolar. Selanjutnya impor dari Singapura sebesar 519,37 juta dolar, terdiri dari impor migas sebesar 266,41 juta dolar dan impor non migas sebesar 252,96 juta dolar.

Berikutnya impor dari Korea Selatan sebesar 471,41 juta dolar, teridiri impor migas sebesar 405,25 juta dolar dan impor non migas sebesar 66,16 juta dolar AS.

Selanjutnya impor dari negeri tetangga, Malaysia dengan nilai 311,95 juta dolar, yakni berupa impor migas sebesar 216 juta dolar dan impor non migas sebesar 95,86 juta dolar.

Berada di peringkat enam sebagai negara penghasil yang menyuplai barang ke Kaltim adalah China dengan nilai 228,74 juta dolar, teridiri impor migas sebesar 47,95 juta dolar dan impor non migas sebesar 180,79 juta dolar.

Sedangkan rincian komoditas yang diimpor oleh Kaltim selama semester pertama 2013 antara lain bahan bakar mineral sebesar 3,832 miliar dolar AS, mesin dan peralatan mekanis, serta bagian dari padanya senilai 549,53 juta dolar.

Kemudian impor kapal, perahu, dan struktur terapung lain lain sebesar 177,55 juta dolar, impor barang dari besi atau baja senilai 109 juta dolar, impor pupuk senilai 57,16 juta dolar, impor aneka produk kimia senilai 22,47 juta dolar.   (*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026