Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Manajemen Persiba Balikpapan mencoba menawarkan kerjasama 'sponsorship' dengan sejumlah perusahaan minyak dan gas yang berkantor di daerah itu.

Total E&P Indonesie, Chevron Indonesia Company, dan Pertamina adalah tiga perusahaan yang tengah dibidik manajemen Beruang Madu.

"Harapan kita seperti itu. Perusahaan-perusahaan itu berkontribusi bagi Persiba sebagai ikon Balikpapan," kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Persiba Beriman,  Jerry, di Balikpapan, Jumat.

PT Persiba Berimana adalah perusahaan yang menaungi Persiba Balikpapan, yang dulunya bernama PT Balikpapan Kick Off (BKO).

Bentuk kontribusi yang diminta adalah sponsorship, baik dalam bentuk uang tunai maupun fasilitas.

"Misalnya fasilitas tiket pesawat dan hotel saat laga tandang," sebut Jerry.

Bentuk lainnya adalah dalam hal kontrak pemain. Perusahaan-perusahaan migas tersebut dapat menjadi "bapak angkat".

Perusahaan seperti Total, misalnya, dapat mencarikan pemain dari Liga Perancis yang mungkin tertarik bermain di Liga Indonesia untuk Persiba, kemudian menanggung mulai dari kontrak, gaji, dan semua kebutuhan pemain itu.

Di kalangan para pemain sepak bola dan pengurus klub di Balikpapan, Total Indonesie memang dikenal punya tradisi merekrut pemain lokal, utamanya yang bermain di kompetisi Persiba, untuk memperkuat Total Indonesie dalam turnamen-turnamen yang diikuti klub perusahaan raksasa asal Prancis itu.

Yang paling terkenal adalah kegiatan olahraga antarTotal seluruh dunia sehingga bermain di ajang itu layaknya bermain di Piala Dunia dalam hal keragaman asal pemain.

Dan yang berkontribusi paling nyata untuk Persiba adalah Pertamina.

Persiba bahkan berkandang di Stadion Parikesit, yang merupakan Pertamina.

Saat Persiba masih di divisi satu, lalu naik ke divisi utama, pihak Pertamina selalu memberi fasilitas mulai dari akomodasi dimana pemain bisa tinggal di mess milik BUMN itu hingga memakai semua fasilitas olahraga lainnya yang dimiliki Pertamina, seperti kolam renang dan alat-alat kebugaran.

Menanggapi hal 'sponsorship' ini, Head of East Kalimantan Communication Department Total E&P Indonesie, Handri Ramdhani, menyatakan, Total masih melakukan penjajakan dan mencari tahu kebutuhan Persiba. Kebutuhan Persiba itu akan menjadi acuan seandainya memang ada langkah ke arah sponsorship tersebut.

Kemudian, sebagai kontraktor bagi hasil migas dengann pemerintah Indonesia, Total terikat sejumlah aturan, dan terutama sekali berkoordinasi dengan SKK Migas, sebagai lembaga pemerintah yang mengawasi industri hulu migas.

"Jadi pasti kami akan rapatkan ini," demikian Handri Ramdhani.  (*)


Pewarta: Novi Abdi
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026