Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur Johny Anwar di Samarinda, Sabtu mengatakan, Provinsi Kaltim selain melakukan ekspor juga mengimpor beberapa komoditas, tetapi yang diimpor berbentuk bahan jadi sedangkan yang diekspor berupa bahan mentah.
Selain itu, ada pula bahan mentah yang diimpor oleh Kaltim yakni komoditi yang kualitasnya rendah, sementara jenis komoditi yang sama dengan kualitas ekspor karena secara ekonomis lebih menguntungkan.
Dikatakan, impor Kaltim jauh lebih rendah ketimbang ekspornya yang nilainya mencapai 33,792 miliar dolar sehinga Kaltim masih untung dalam perdagangan luar negeri.
Negara penghasil migas yang menjadi andalan impor bagi Kaltim adalah Azerbajan dengan nilai 1,117 miliar dolar, sehingga negara ini menempati posisi teratas pengimpor untuk Kaltim.
Impor tertinggi ke dua bagi Kaltim adalah Nigeria dengan nilai 1,102 miliar dolar, disusul Singapura senilai 1,014 miliar dolar, Malaysia senilai 775,52 juta dolar, Korea Selatan 669 juta dolar, Amerika Serikat 481 juta dolar, dan China sebesar 407 juta dolar baik berupa migas maupun non imigas.
Berbagai komoditi yang didatangkan Kaltim dari sejumlah negara penghasil sepanjang 2012 antara lain bahan bakar mineral senilai 5,342 miliar dolar, mesin, perlengkapan mekanis dan bahan dari padanya senilai 1,069 miliar dolar.
Selanjutnya impor kapal, perahu, dan struktur terapung lain senilai 546 juta dolar, kendaraan selain kereta api dan aksesorisnya dengan nilai 306 juta dolar, impor karet dan barang dari padanya senilai 189 juta dolar.
Kemudian impor pupuk sepanjang 2012 senilai 147,89 juta dolar, impor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya senilai 147,33 juta dolar, impor aneka produk kimia senilai 44 juta dolar. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.