Samarinda (ANTARA Kaltim) - Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Siti Qomariah mendesak pemerintah segera bertindak dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) kepada pedagang daging dan pedagang makanan berbahan dasar daging sapi, dalam upaya meminimalkan peredaran daging oplosan, khususnya daging sapi bercampur daging babi.

"Pemerintah harus tegas. Jangan biarkan masyarakat resah akibat perbuatan oknum pedagang nakal yang memasukkan daging babi bercampur daging sapi untuk bahan bakso. Pemerintah harus sesering mungkin menggelar sidak," kata Qmay, panggilan akrab Siti Qomariah, Jumat.

Menurutnya, tindakan pedagang nakal itu merupakan bentuk kriminalisasi. Membohongi konsumen, seolah-olah bakso halal. Selain itu, diharapkan sidak tidak hanya terbatas pada bakso, melainkan juga makanan lainnya yang berbahan daging sapi.

Kendati telah ada beberapa pedagang yang ditetapkan positif menggunakan daging oplosan. Hal itu dinilainya masih di permukaan. Artinya kemungkinan masih ada beberapa pedagang di sejumlah daerah di Kaltim yang masih tetap menggunakan campuran daging babi.

"Tidak adanya sanksi tegas membuat pedagang nakal semakin menjadi-jadi. Bahkan ada laporan dari masyarakat setelah ketahuan dan telah mendapat pembinaan pedagang tersebut kembali melakukan aksi yang bisa digolongkan kriminal tersebut," tutur Qmay.

Oleh sebab itu, kinerja intensif pemerintah melalui dinas terkait sangat dituntut agar kasus semacam ini tidak terulang dan memberikan efek jera kepada pedagang nakal. Sidak rutin dan sanksi tegas merupakan solusi yang cukup tepat. (Humas DPRD Kaltim/adv/bar/met/mir)



Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026