... yang seharusnya mendapat dua juta lima ratus ribu rupiah, ketika pencairan hanya mendapat satu juta lima ratus ribu rupiah artinya satu juta dianggap pemotongan untuk berbagai alasan biaya,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Kabupaten Tana Tidung (FM KTT) berdemonstrasi di Gedung DPRD Kaltim, menolak pemotongan beasiswa yang mereka terima.

"Kami mahasiswa KTT menolak pemotongan dana bantuan pendidikan beasiswa tahun anggaran 2012, karena pemotongan tersebut telah menyalahi prosedur sosialisasi yang telah dilaksanakan. Ini membuktikan tidak komitmennya Pemkab KTT dalam menangani persoalan pendidikan," kata Ketua FM KTT, Daniel, saat melakukan orasi, Rabu.

Menurut Daniel pemotongan dana bantuan pendidikan dari yang seharusnya diberikan tersebut membuat para mahasiswa kesulitan memenuhi biaya pendidikan yang tiap tahunnya selalu bertambah dan sulit diprediksi.

Ia menambahkan, pendidikan sebagai komponen strategis dalam pembangunan KTT, sehingga prioritas anggarannya perlu diperhatikan dan ke depan alokasi anggarannya harus ditingkatkan jumlahnya.

Selain itu, FM KTT menuntut dihapuskannya diskriminasi bantuan anggaran yang membedakan antara mahasiswa umum dengan mahasiswa khusus, sehingga dapat memperparah kondisi pendidikan di KTT.

"Kami memiliki hak dan kewajiban yang sama, karena setelah menempuh pendidikan tentu kami akan berkontribusi terhadap perkembangan daerah KTT, oleh sebab itu tidak perlu ada pengelompokan dengan istilah mahasiswa umum dengan mahasiswa khusus," kata Daniel.

Persoalan yang tidak kalah penting lainnya terkait dengan perpanjangan kontrak asrama, mengingat karena keterlambatan pembayaran oleh Pemkab KTT, mahasiswa putri yang menempati asrama sempat mendapat peringatan keras dari pemilik.

Menanggapi hal tersebut anggota Komisi IV DPRD Kaltim, H Abdul Djalil Fatah mengaku sangat prihatin terhadap persoalan yang menimpa mahasiswa asal KTT, yang tengah menempuh pendidikan di Samarinda maupun daerah hal itu.

Sebab menurut SK Dinas Pendidikan KTT soal beasiswa, mahasiswa diploma III mendapat biaya pendidikan Rp2 juta, strata I Rp2,5 juta dan strata II Rp3 juta, belum termasuk bantuan biaya penelitian dan penyusunan tugas akhir masing-masing jenjang.

Namun ketika pencairan, mahasiswa tidak mendapat utuh bahkan ada potongan hingga 40 persen.

"Dari keterangan mahasiswa, seperti yang menempuh pendidikan strata I, yang seharusnya mendapat dua juta lima ratus ribu rupiah, ketika pencairan hanya mendapat satu juta lima ratus ribu rupiah artinya satu juta dianggap pemotongan untuk berbagai alasan biaya," kata Djalil Fatah yang didampingi anggota Komisi IV lainnya, 7/12 seperti Yakob Ukung dan Masitah.

Anggota Komisi IV berjanji akan mengkoordinasikan masalah tersebut dengan Pemkab KTT agar dicapai penyelesaian yang memenuhi harapan para mahasiswa.

Dalam pertemuan tersebut, Djalil Fatah langsung menghubungi pejabat KTT, yakni Wakil Ketua DPRD KTT, M Nur, melalui ponsel pribadinya. Dalam pembicaraan singkat tersebut, M Nur yang kebetulan berada di Samarinda berjanji menemui mahasiswa. (*)

Pewarta: Arumanto
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026