Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim, mulai 2012 menerima pendaftaran mahasiswa baru angkatan pertama, sedangkan mahasiswanya akan dititipkan di Unmul Samarinda dan ISI Yogyakarta.
"Dititipkannya mahasiswa ISBI di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta karena gedung ISBI di Tenggarong belum ada, nanti kalau kampusnya sudah jadi, baru mahasiswanya pindah ke Tenggarong," kata staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pendidikan, Bohari Yusuf di Samarinda, Rabu.
Bohari yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kaltim ini melanjutkan, dititipkannya mahasiswa di dua perguruan tinggi negeri itu karena disesuaikan dengan program studi yang dipilih mahasiswa.
Sedangkan pendirian ISBI Tenggarong rencananya memiliki enam program studi, di antaranya jurusan pertelivisian dan teater, jurusan seni musik, seni tari, dan jurusan seni pahat.
Dalam masing-masing jurusan, kata dia lagi, rencananya akan diterima sebanyak 40 mahasiswa, sehingga total mahasiswa angkatan pertama ISBI Tenggarong berjumlah 240 orang.
Sementara untuk pembangunan kampus ISBI ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir 2012 melalui kerjasama dengan ISI Yogyakarta. Untuk itu dalam pengelolaanya juga melibatkan ISI Yogya.
Hingga saat ini lokasi pembangunan kampus ISBI Tenggarong belum dapat dipastikan, pasalnya masih mencari kepastian dari tiga lokasi untuk pembangunannya.
Tiga lokasi pendirian ISBI itu adalah, pertama di Tenggarong Seberang, tepatnya di dekat lokasi pembangunan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) yang baru.
Lokasi kedua adalah di dekat Waduk Panji Sukarame, Kelurahan Panji Sukarame, dan lokasi ketiga berada di Jahab dekat Danau Ski Air yang pernah digunakan bertanding dalam PON XVII Kaltim pada 2008.
Pendirian ISBI Tenggarong ini dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), karena Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh ingin ada perguruan tinggi negeri besar di luar Pulau Jawa.
Kaltim, lanjutnya, dianggap paling siap dan berpotensi menjadi daerah pembangunan perguruan tinggi tersebut. Di antara alasannya adalah Angka Partisipasi Kasar (APK)-nya mencapai 84 persen, atau berada di peringkat empat secara nasional. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012
"Dititipkannya mahasiswa ISBI di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta karena gedung ISBI di Tenggarong belum ada, nanti kalau kampusnya sudah jadi, baru mahasiswanya pindah ke Tenggarong," kata staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pendidikan, Bohari Yusuf di Samarinda, Rabu.
Bohari yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kaltim ini melanjutkan, dititipkannya mahasiswa di dua perguruan tinggi negeri itu karena disesuaikan dengan program studi yang dipilih mahasiswa.
Sedangkan pendirian ISBI Tenggarong rencananya memiliki enam program studi, di antaranya jurusan pertelivisian dan teater, jurusan seni musik, seni tari, dan jurusan seni pahat.
Dalam masing-masing jurusan, kata dia lagi, rencananya akan diterima sebanyak 40 mahasiswa, sehingga total mahasiswa angkatan pertama ISBI Tenggarong berjumlah 240 orang.
Sementara untuk pembangunan kampus ISBI ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir 2012 melalui kerjasama dengan ISI Yogyakarta. Untuk itu dalam pengelolaanya juga melibatkan ISI Yogya.
Hingga saat ini lokasi pembangunan kampus ISBI Tenggarong belum dapat dipastikan, pasalnya masih mencari kepastian dari tiga lokasi untuk pembangunannya.
Tiga lokasi pendirian ISBI itu adalah, pertama di Tenggarong Seberang, tepatnya di dekat lokasi pembangunan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) yang baru.
Lokasi kedua adalah di dekat Waduk Panji Sukarame, Kelurahan Panji Sukarame, dan lokasi ketiga berada di Jahab dekat Danau Ski Air yang pernah digunakan bertanding dalam PON XVII Kaltim pada 2008.
Pendirian ISBI Tenggarong ini dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), karena Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh ingin ada perguruan tinggi negeri besar di luar Pulau Jawa.
Kaltim, lanjutnya, dianggap paling siap dan berpotensi menjadi daerah pembangunan perguruan tinggi tersebut. Di antara alasannya adalah Angka Partisipasi Kasar (APK)-nya mencapai 84 persen, atau berada di peringkat empat secara nasional. (*)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012