Balikpapan, (Antaranews Kaltim) – Kota Bontang kembali mendapat sambungan gas rumah tangga (SR). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan 5.005 SR baru di Rumah Susun Api-api di Bontang.
“Rumah dan industri rumah tangga bisa memanfaatkan gas alam yang harganya ekonomis,” kata Menteri Jonan yang menandai penggunaan jaringan gas itu dengan memasak di rumah warga tempat peresmian.
Gas dari sambungan rumah memang jauh lebih murah ketimbang menggunakan gas dari tabung. Satu rumah tangga dengan 5 anggota keluarga yang sebelumnya menghabiskan 3 tabung gas elpiji kemasan 3 kg perbulan, atau total menghabiskan Rp63.000, setelah menjadi pelanggan gas melalui jaringan gas ini ternyata cukup membayar rekening gas Rp24.000.
“Pakainya ya tetap. Buat masak. Pagi malah kadang rebus air buat mandi juga,” kata Fatimah, warga setempat.
Penjualan gas lewat pipa menjadi murah karena tidak lagi ada ongkos angkut seperti pada penjualan dengan tabung.
Rumah-rumah di Kota Bontang mendapat gas lewat pipa sejak tahun 2011. Tahun itu, Bontang yang adalah kota pengolah gas lewat PT Badak NGL dan PT Pupuk Kaltim itu mendapat 3.960 SR. Tahun 2017, Bontang mendapat 16.965 SR, dan 2018 yang baru diresmikan Menteri Jonan, 5.005 SR.
Rusun Api-api yang menjadi tempat peresmian mendapat 198 sambungan di Tower A dan Tower B, dua tower yang ada.
Menurut Jonan, Kementerian ESDM telah membangun 325.773 SR dengan dukungan dana APBN antara tahun 2009-2018.
“Penyediaan energi ramah lingkungan dan ekonomis untuk masyarakat memang fokus program kerja Kementerian ESDM,” lanjut Menteri.
Jaringan gas untuk Bontang disuplai oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebanyak 0,2 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day, MMSCFD). Gas itu dipompa dari fasilitas PHM di Senipah, 60 km utara Balikpapan, melalui jalur pipa sepanjang tidak kurang dari 150 km. Sebelum disalurkan ke rumah-rumah, gas diturunkan tekanannya agar aman digunakan.
“Pertamina berkomitmen untuk mendukung program pemerintah menjamin ketahanan energi di Indonesia tidak hanya untuk industri namun juga untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada kesempatan yang sama.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2019