Udang windu beku dan udang pink beku menjadi dua komoditas ekspor andalan sektor perikanan Provinsi Kalimantan Timur sepanjang kuartal pertama tahun 2026.

"Dari seluruh aktivitas pengiriman komoditas perikanan non-hidup sejak awal Januari hingga Maret 2026, kedua jenis udang tersebut terus sebagai primadona penyumbang volume terbesar," kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim Irma Listiawati di Samarinda, Kamis.

Irma memaparkan akumulasi volume ekspor produk kelautan selama tiga bulan tersebut telah menyentuh angka 670,3 ton.

Pencapaian itu, jelas dia, turut menghasilkan perputaran nilai ekonomi bagi daerah dengan total transaksi mencapai lebih dari Rp122,7 miliar.

Aktivitas perdagangan tertinggi justru tercatat pada bulan Februari dengan pengiriman sebanyak 238,05 ton, meskipun pada saat itu variasi jenis komoditas yang dikirimkan ke luar negeri tergolong paling sedikit.

Irma menjelaskan pencapaian nilai transaksi tertinggi hingga Rp47,3 miliar pada bulan tersebut dipengaruhi oleh adanya lonjakan permintaan pasar internasional terhadap produk udang windu beku.

Baca juga: Ekspor nonmigas Kaltim sumbang 92,69 persen pada Januari

"Udang windu beku sendiri mendominasi lebih dari separuh total volume ekspor setiap bulan yang kemudian selalu disusul oleh udang pink beku pada posisi kedua," sebut dia.

Jangkauan pasar komoditas udang windu dan udang pink terbukti luas karena mampu menembus negara-negara di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara hingga pasar barat seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Selain varian udang beku, Kalimantan Timur juga rutin mengekspor ikan kerapu dan bawal segar yang menjadi komoditas favorit bagi konsumen di wilayah Tiongkok serta Hong Kong.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim, Irhan Humaidy menambahkan bahwa tren ekspor ini merupakan modal penting untuk memperkuat program ketahanan pangan nasional.

Ia mengaitkan peningkatan produktivitas ekspor tersebut dengan visi pemerintah pusat untuk memantapkan sistem pertahanan negara melalui program kemandirian pangan yang berkelanjutan.

"Dalam rangka mendukung Astacita kedua Presiden Prabowo, kami di sektor perikanan Kaltim siap menjadi garda depan untuk penyediaan protein hewani dari ikan," demikian Irhan.

Baca juga: Nilai ekspor Kaltim capai 21,09 miliar dolar didominasi nonmigas

Pewarta: Ahmad Rifandi

Editor : Imam Santoso


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026