Tim Search And Rescue (SAR) gabungan dari berbagai unsur menemukan satu mayat korban kecelakaan perahu ketinting tertabrak kapal LCT di Sungai Belayan, Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Tim SAR gabungan, dalam pencarian hari keempat Jumat ini berhasil menemukan korban terakhir atas nama Arani (58) dalam kondisi meninggal. Korban kami temukan dengan jarak sekitar 27 kilometer dari lokasi kejadian awal," kata Komandan SAR - Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Nur Ngalim di Kembang Janggut, Jumat.

Selanjutnya korban dievakuasi bersama oleh unsur SAR dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka, yakni di Desa Long Beleh Modang, dalam kecamatan yang sama.

Sehari sebelumnya, operasi SAR dilakukan dengan menyisir area sejauh kurang lebih 10 kilometer dari lokasi kejadian ke arah hilir sungai sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan. Sedangkan hari keempat ini, dilakukan perluasan area pencarian.

Berdasarkan data yang ia terima, dalam kejadian tersebut terdapat dua orang penumpang dalam perahu ketinting (perahu dengan mesin tempel). Satu korban atas nama Ilan (21) berhasil selamat, sementara satu korban lainnya atas nama Arani, saat kejadian itu hilang atau tenggelam di sungai.

"Hingga pukul 18.00 Wita kemarin, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan kemudian menghentikan sementara operasi pencarian dan kembali ke posko di Dermaga Penyeberangan Desa Pulau Pinang. Pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat hari ini mulai pukul 07.00 Wita," kata Ngalim.

Selain Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, pihak unsur lain yang terlibat dalam pencarian tersebut seperti TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara, Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bangun, aparatur Kecamatan Kembang Janggut, Pramuka Peduli, ERT PT Bayan Resources Tbk, Relawan Gabungan, keluarga korban, dan masyarakat setempat.

Alat yang digunakan dalam pencarian meliputi perahu karet, boat Basarnas, speed boat Satpolairud, rescue boat BPBD Kutai Kartanegara, rubber boat Damkarmatan Kota Bangun, rubber boat ERT PT Bayan, perahu ketinting masyarakat, peralatan SAR air pendukung, peralatan komunikasi, dan medis.

"Sejumlah kendala dihadapi Tim SAR gabungan selama proses pencarian, di antaranya arus sungai yang kuat, kondisi lingkungan yang masih terdapat binatang buas seperti buaya," ujar Ngalim.

Pewarta: M.Ghofar

Editor : M.Ghofar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026