Kota Samarinda terpilih sebagai percontohan nasional dalam program Pengukuran Indeks Kompetensi Digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2025.
"Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mewujudkan ASN yang unggul dan berdaya saing di era digital," kata Widyaiswara Komdigi, Hery Budiarto dalam seminar yang digelar di Samarinda,Rabu.
Hery Budiarto, menyampaikan bahwa penunjukan ini memiliki arti strategis dalam upaya pembangunan sumber daya aparatur.
Seminar ini diikuti oleh 80 peserta ASN dari berbagai dinas yang menjadi bagian dari program percontohan.
Hery menjelaskan bahwa pengukuran kompetensi digital ini mencakup lima aspek krusial yakni keterampilan digital, pola pikir digital, etika dan keamanan digital, pelayanan publik digital, serta kepemimpinan digital.
Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Samarinda, Ali Fitri Noor, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk memperkuat kapasitas digital para ASN.
"Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mengetahui sejauh mana kesiapan ASN di lingkungan Pemkot Samarinda dalam mendukung penerapan sistem pemerintahan berbasis digital," ujar Ali Fitri.
Ia juga berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan dan memperluas wawasan digital mereka.
Acara dilanjutkan dengan penjelasan teknis terkait survei oleh tim UGM. Selain itu, hadir pula sejumlah narasumber, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Samarinda.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan ASN siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital, sekaligus mendukung terciptanya pemerintahan yang modern dan efisien.
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025