Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Kutai Barat (Dekranasda Kubar), Kalimantan Timur menggandeng berbagai pihak dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) perajin agar wastra atau batik tradisional dan kerajinan lain semakin berkualitas.
Berbagai pelatihan oleh Dekranasda Kubar baik secara mandiri maupun menggandeng pihak lain pun sering dilakukan, seperti pelatihan membatik, membuat ulap sarut (kain khas Kubar), hingga sejumlah pelatihan bagi perajin tradisional.
"Salah satu pihak yang kami gandeng dalam pelatihan ini adalah perusahaan, seperti pertengahan bulan ini kami gandeng PT BEK dalam pelatihan membatik, agar wastra produksi Kubar makin menawan," kata Ketua Dekranasda Kubar Maria Christina Mozes Edwin di Sendawar, Kubar, Selasa.
Kabupaten Kubar, lanjut ia, memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang layak diangkat menjadi motif batik tulis khas dan bernilai tinggi, baik diangkat ke pentas nasional maupun internasional.
Potensi besar ini perlu terus digali dan dikembangkan agar menjadi kebanggaan daerah sekaligus bernilai ekonomi, sehingga hal ini bisa mengangkat bukan pendapatan warga, tapi juga derajat daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan sumber daya yang terampil dan mumpuni, sehingga mampu mengolah potensi daerah menjadi motif batik yang indah dan estetis.
Sejalan dengan itu, Maria Christina menekankan pentingnya kegiatan peningkatan kapasitas serta ketersediaan SDM perajin dan seniman batik di Kubar, sehingga pelatihan dengan menggandeng berbagai pihak bisa menjadi solusi.
"Sebagai lembaga independen yang bermitra dengan pemerintah dalam pembinaan seni kerajinan berbasis warisan budaya bangsa, Dekranasda memandang perlu kegiatan yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat," katanya.
Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Bharinto Ekatama (PT BEK) atas kemitraan dan dukungan terhadap upaya pembinaan dan pengembangan seni kerajinan, khususnya seni membatik.
Maria berharap para perajin terus semangat mengembangkan kerajinan khas, sedangkan yang terpenting adalah tindak lanjut menekuni kegiatan membatik, sehingga ke depan dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi masyarakat.
"Batik merupakan warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia, maka kami ajak seluruh masyarakat menumbuhkan rasa cinta terhadap wastra sebagai identitas bangsa," ujarnya.
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025