Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Mukmin Faisyal mengatakan, daerahnya sangat berharap dukungan TNI dan Porli dalam menuntaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018.

"Kebijakan pembangunan diarahkan untuk pengembangan potensi sumber daya yang dapat diperbaharui, yakni melalui sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan sehingga Kaltim tidak akan lagi bergantung dengan sumber daya alam seperti batu bara, minyak dan gas. Sebab itulah, Pemprov Kaltim sangat berharap dukungan TNI dan Polri agar pelaksanaan RPJMD Kaltim juga berjalan dengan baik dan lancar," ungkap Mukmin Faisyal pada pertemuan bersama anggota Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) yang dipimpin Deputi Bidang Politik dan Strategi Sekretariat Jendral (Setjen) Brigjen Pol Rusli Nasution di Ruang Rapat Wagub Kaltim, Rabu.

Kinerja pertahanan yang dilakukan Polri dan TNI di Kaltim kata Mukmin Faisyal agar terus ditingkatkan, bukan hanya untuk kawasan perkotaan, tetapi juga untuk wilayah-wilayah perbatasan.

"Peningkatan pertahanan negara secara langsung akan berdampak pada kokohnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian, rakyat Kaltim, terutama di wilayah-wilayah perbatasan akan semakin bangga menjadi bagian dari bangsa yang besar dan sangat beragam ini," kata Mukmin Faisyal.

Ia memberi apresiasi atas soliditas kerja antara TNI dan Polri bersama pemerintah di daerah.

"Kondisi keamanan Kaltim tercipta sangat kondusif, aman dan damai, termasuk saat memasuki masa-masa pemilihan umum legeslatif, 9 April lalu," ujar Mukmin Faisyal.

Penyelenggaraan pemerintahan di daerah kata dia, bisa dilakukan dengan baik, diantaranya karena faktor kondusifitas daerah yang terjaga dengan sangat baik, sehingga proses pembangunan pun bergerak dengan sangat baik.

"Kondisi ini akan memudahkan pencapaian visi dan misi menuju Kaltim yang maju dan sejahtera. Kami sangat berterima kasih atas dukungan TNI dan Polri selama ini, diharapkan dari dukungan yang telah diberikan mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera," kata Mukmin Faisyal.

Saat ini menurut MUkmin Faisyal, Kaltim terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), selain pertanian dalam arti luas.

"Contoh pembangunan infrastruktur yang terus diusahakan pekerjaannya adalah pembangunan jalan tol. Secara umum selama lima tahun ke depan Pemprov Kaltim konsisten untuk menuntaskan RPJMD 2013-2018," ungkap Mukmin Faisyal.

Sementara, pimpinan rombongan Wantanas Rusli Nasution mengatakan, tujuan kunjungan mereka adalah untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana proses penyelenggaraan pemerintahan di daerah, termasuk pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini.

"Jika terjadi masalah di daerah, pemerintah dan masyarakat bisa menyampaikan itu kepada kami, sehingga permasalahan yang terjadi dapat disampaikan kepada Presiden dan selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan harapan keamanan penyelengaraan pemerintahan di daerah berjalan baik," ujar Rusli Nasution.

Terhadap setiap laporan, Wantanas kata dia akan melakukan kajian terlebih dulu sebelum menentukan sikap, yakni dengan cara melakukan peninjauan ke lapangan serta mencari data yang akurat, sehingga permasalahan tersebut betul-betul diketahui secara jelas.

Ia berharap agar pelaksanaan pemilihan umum presiden, Juli mendatang kembali berlangsung aman dan lancar.

Pada pertemuan tersebut Mukmin Faisyal didampingi Plt Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi dan Kepala Badan Kesbangpol Kaltim Yudha Pranoto.

Sementara Rusli Nasution didampingi Pembantu Deputi Urusan Lingkungan Alam Brigjen TNI Gadang Pambudi, Tim Sekjen Wantannas Kolonel Lek Lukas Pamarci dan Kolonel Lek Bayu Roostono.

"Jika terjadi masalah di daerah, pemerintah dan masyarakat bisa menyampaikan itu kepada kami, sehingga permasalahan yang terjadi dapat disampaikan kepada Presiden dan selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan harapan keamanan penyelengaraan pemerintahan di daerah berjalan baik," ungkap Rusli Nasution. (*)

Pewarta: Amirullah

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014