Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan atau Basarnas Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur Melkianus Kotta menyebutkan kejadian orang jatuh ke laut atau pun ke sungai dan kemudian ditemukan tewas menjadi perhatian dan keprihatinan lembaganya.

“Kami prihatin,” kata Melkianus Kotta di Balikpapan, Rabu.

Dia menjelaskan, kejadian kecelakaan di perairan tersebut memiliki banyak dimensi. Kejadian orang jatuh ke air lalu kemudian tewas tenggelam atau sebab lain, menandakan mulai karena dari tidak bisa berenang, tidak mengenakan alat keselamatan seperti pelampung atau jaket penyelamat, hingga ketidaktaatan pada prosedur.

Karena itu ia mohon kerja sama para pihak untuk mengingatkan dan mengampanyekan keselamatan di perairan.

Banyak peristiwa kemalangan itu, katanya, berawal dari kelalaian dan kealpaan yang kalau sebelumnya diingatkan, mungkin sekali tidak akan terjadi.

Misalnya kalau berada di dek terbuka kapal tunda, mesti wajib mengenakan jaket keselamatan. Pemancing yang menggunakan perahu kecil, juga kenakanlah rompi keselamatan tersebut kendati memancing di perairan yang tenang seperti Teluk Balikpapan.

Sepanjang tahun 2023 ini saja, kata Melkianus Kotta hampir setiap pekan Basarnas harus mengerahkan anggota dan peralatannya untuk mencari orang yang jatuh tenggelam di berbagai perairan dan berbagai sebab kejadian.

Pekan lalu (18/10) misalnya, warga Sungai Kunjang Samarinda menemukan sesosok mayat mengapung di Sungai Mahakam di ruas tersebut. Mayat itu ditemukan tanpa identitas.

Pada pekan sebelumnya lagi, orang hilang di perairan Selat Makassar di antara Teluk Balikpapan hingga Delta Mahakam. Pernah pula nelayan dan pemancing dari Penajam, atau dari Manggar hilang bahkan berikut perahunya.

Dari evaluasi gelar pelaksanaan pencarian dan pertolongan di perairan tersebut, maka Basarnas mencatatkan akan kebutuhan pada peralatan atau kendaraan jetski dan penambahan personel.

Basarnas Balikpapan memiliki 102 personel. Mereka ada di Balikpapan, Samarinda, Sangatta-Kutai Timur, dan Tanjung Redeb-Berau.

Basarnas juga mengoperasikan Kapal Negara (KN) Wisanggeni, perahu karet Rubber Boat (RB) 408 yang disiagakan di Pelabuhan Somber di Balikpapan. Ada juga Rigid Inflatable Boat alias speedboat yang disebar di Balikpapan, Berau, dan Kutai Timur.

Kemudian, di awal pekan ini Basarnas Balikpapan juga menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait dengan operasi pencarian dan pertolongan.

"Dengan saling bertemu tatap muka dan berkomunikasi langsung, saya berharap koordinasi antarunsur SAR ini juga semakin baik," kata Melkianus Kotta. 

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023