Nunukan (ANTARA Kaltim) - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Ajun Komisaris Besar Robert Silindur Pangaribuan meminta wartawan lebih objektif dalam memberikan suatu masalah di wilayah perbatasan agar tidak mengganggu kehidupan bermasyarakat.

Hal itu kata Robert Silindur di Nunukan, Jumat, berkaitan dengan ketentraman dan kenyamanan kehidupan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Ia mengajak para wartawan agar tidak serta merta mempublikasikan hal-hal tertentu yang belum jelas informasinya agar tidak mengundang pertanyaan di tengah-tengah masyarakat yang berdampak negatif pada kondisi keamanan dan ketertiban.

"Saya meminta teman-teman wartawan agar tidak langsung memberitakan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan soal keakuratan informasi yang diperoleh di lapangan demi menghindari hal-hal tidak dikehendaki," katanya.

Dalam kaitan itu pihak kepolisian dan TNI yang menjalankan tugas di Kabupaten Nunukan senantiasa menjaga hubungan yang baik dan kemitraan dengan kalangan pers tanpa mengurangi eksistensi profesi masing-masing.

Pada dasarnya, kata Robert, tidak ada niat untuk mengintervensi pemberitaan yang dibuat oleh para wartawan, tetapi diupayakan agar tidak menimbulkan kontra produktif.

Ia mengharapkan perlu adanya saling memahami dan mengerti situasi Kabupaten Nunukan dengan membuat pemberitaan yang bersifat mendidik kepada masyarakat.

Robert juga menyampaikan pentingnya menjaga suasana yang baik terutama menjelang pelaksanaan Pemilu Legilatif 2014 yang nuansa politiknya mulai kencang agar tidak terjadi gejolak di kalangan masyarakat.

"Jangan sampai ada gesekan diantara kita dan tetap menjaga situasi yang kondusif baik di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, maupun pertahanan dan keamanan)," ujarnya.

Dai mengharapkan para wartawan di daerah itu dalam memberitakan masalah politik tidak tendensius yang mengarah pada salah satu partai politik.

"Menyampaikan informasi itu harus benar-benar sesuai fakta dan bersifat membangun bagi semua kelompok masyarakat. Sebab kadangkala berawal dari pemberitaan yang kurang bisa diterima pihak tertentu dapat menjurus pada pemahaman yang berbeda-beda sehingga membuat seseorang kurang nyaman, kata Robert.

Ia mengingatkan kondisi masyarakat Kabupaten Nunukan perlu dipahami dari segi karakternya yang majemuk, sehingga perlu adanya upaya secara perlahan-lahan untuk menyatukan pemahaman dari masing-masing individu.

"Terciptanya suasana yang kodusif, tertib dan aman tidak terlepas dari peranan media massa dalam memberikan informasi kepada masayarakat," ujar dia.    (*)

Pewarta: M Rusman

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013