Sebanyak 23 guru pendidikan agama islam (PAI) dari Kabupaten Paser  dinyatakan   tidak lulus ujian Pendidikan Profesi  Guru (PPG) yang diikuti selama empat bulan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.

“Dari  87 guru PAI yang mengikuti  PPG dan dinyatakan lulus hanya 64 guru dan 23 guru tidak lulus,” kata Koordinator PPG PAI Paser, Restu Aulia, di Tanah Grogot, Senin .

Meski dinyatakan tidak lulus, namun mereka masih diberi kesempatan untuk mengikuti  ujian ulang pada akhir Januari 2023.

Tetapi bagi mereka yang dinyatakan lulus PPG,  sudah mengikuti yudisium pada  Sabtu (31/12)  di UIN Sunan Ampel baik secara offline maupun daring.

Ia mengatakan, sebanyak 55 guru mengikuti yudisium secara daring di aula kantor Kementerian Agama (Kemenag ) Paser dan sembilan guru mengikuti  yudisium tatap muka.

Lanjut Restu, setelah mengikuti pendidikan profesi dan dinyatakan lulus, para guru PAI dituntut  lebih kreatif dalam mendidik siswa, terutama dalam mengimbangi kemajuan teknologi.

“Pesan Rektor, guru  tidak boleh biasa biasa saja, guru ke depan harus lebih ditingkatkan lagi kreatifitasnya dan selalu lebih cepat mengetahui atau mempelajari di era digitalisasi. Saingan guru adalah Sosial Media (sosmed), YouTube dan WhatsApp," kata Restu. 

 

Pewarta: R. Wartono

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023