Nunukan (ANTARA Kaltim) - Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur menerima bantuan 141 guru dari program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) yang digagas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud.

"Guru itu dikuliahkan Dikti pada tiga perguruan tinggi (PT) yaitu Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Nusa Cendana Kupang NTT," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Nizaruddin, di Nunukan, Selasa.

Bantuan tenaga guru dari Dirjen Dikti itu terdiri dari 41 orang dari UNM, 30 orang dari Universitas Gorontalo, dan 70 orang dari Universitas Nusa Cendana Kupang NTT.

Selain itu, Kabupaten Nunukan akan menerima tambahan tenaga guru dari anak kelahiran wilayah itu yang dikuliahkan pemerintah di Universitas Negeri Malang melalui program beasiswa pemerintah daerah sebanyak 41 orang.

"Namun yang sudah berhasil menyelesaikan kuliahnya baru sembilan orang yang berijazah sarjana dan akta IV dengan jurusan yang berbeda-beda," ujar Nizaruddin.

Bagi lulusan yang dibiayai pemerintah Kabupaten Nunukan ini, katanya, mereka akan ditempatkan sesuai dengan asal daerah masing-masing sesuai dengan komitmen yang dibuat dan ditandatangani bersama antara Pemkab Nunukan dengan anak-anak tersebut.

Mengenai bantuan tenaga guru dari program SM-3T Dikti ini, dia mengatakan akan ditempatkan di sekolah di wilayah III yaitu Kecamatan Sebuku, Lumbis, Lumbis Ogong, Tulin Onsoi, Sembakung, Sembakung Otulai, Krayan, dan Krayan Selatan yang berbatasan dengan Sarawak Malaysia.

"Dengan masa kontrak selama satu tahun dan setelah itu akan dievaluasi kembali dan dapat diperpanjang hingga lima tahun lamanya," sebut Nizaruddin.

Masih berhubungan dengan guru dari tiga PT itu, Nizaruddin menjelaskan, kesejahteraan yang diperolehnya sebesar Rp2 juta per bulan yang berasal dari APBN.

Namun, dia menegaskan, sebelum memulai mengajar di wilayah itu akan dibuat komitmen bersama berupa memorandum of understanding (MoU) agar ketika berada di Kabupaten Nunukan tidak mengharapkan tambahan penghasilan dari pemerintah daerah.

"Sebelum mereka ke sini (Nunukan), kami akan buat komitmen terlebih dahulu agar tidak menuntut apapun dari pemda, sebab masalah kesejahteraan mereka ditanggung oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Langkah ini ditempuh Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Nizaruddin menguatirkan baru beberapa bulan menjalankan tugasnya sebagai tenaga guru kontrak sudah mengharapkan tunjangan dari pemerintah daerah.

"Guru SM-3T ini adalah lulusan sarjana dan akta IV yang akan ditempatkan di SD, SMP dan SMA/SMK di wilayah III," katanya.

Masalah peluangnya menjadi pegawai negeri tenaga guru program SM-3T ini, Nizaruddin mengatakan tergantung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (*)

Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar