Selasa, 22 Agustus 2017

Anggaran Pembangunan Jembatan Tol Penajam-Balikpapan Membengkak

id penajam, jembatan tol, penajam-balikpapan, bupati yusran aspar
Anggaran Pembangunan Jembatan Tol Penajam-Balikpapan Membengkak
Maket jembatan pengubung Penajam Paser Utara-Balikpapan (dok Humas Pemkab Penajam Paser Utara)
Penajam (ANTARA Kaltim) -  Anggaran proyek pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan, dari Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara menuju Melawai, Kota Balikpapan, di Kalimantan Timur, membengkak menjadi Rp9,4 triliun dari perhitungan awal sekitar Rp5,6 triliun.

"Perubahan desain jembatan permintaan Kementerian Perhubungan membuat biaya pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan membengkak," kata Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar ketika ditemui di Penajam, Selasa.

Menurut ia, perubahan desain tersebut berdampak terhadap pembiayaan pembangunan jembatan yang semakin melejit.

"Usulan pintu masuk dijadikan dua pintu yang awal perencanaannya hanya satu pintu itu menambah anggaran pembangunan," jelas Yusran Aspar.

Bupati menginstruksikan kepada satuan kerja perangkat daerah terkait untuk kembali meneliti kajian teknis pembangunan jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan itu.

"Perlu dikaji ulang lagi teknis pembangunan jembatan tol itu, karena berhubungan dengan pembiayaan. Saya masih kurang puas dengan jawaban dari konsultan terkait membengkaknya anggaran pembiayaan saat rapat di Balikpapan kemarin (Senin, 24/7)," tambah Yusran.

Selain penambahan jumlah pintu masuk, perubahan desain juga terjadi pada titik turun jembatan bukan di "coastal road", melainkan di jalan provinsi.

Yusran Aspar berharap desain jembatan tol sepanjang 6,1 kilometer dengan lebar 33 meter tersebut dikembalikan ke rencana awal dengan satu pintu masuk, karena biaya pembangunannya cukup memberatkan saat kondisi APBD sedang menurun.

Sesuai kesepakatan, pembiayaan secara konsorsium pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan tersebut masing-masing 55 persen dari PT Waskita Karya, 25 persen Pemprov Kaltim, 15 persen Pemkab Penajam Paser Utara, dan 5 persen Pemkot Balikpapan.

Perubahan desain atau teknis jembatan dengan tinggi ruang bebas setinggi 50 meter dari permukaan air laut tertinggi yang diusulkan Kemenhub juga membuat pemancangan tiang perdana jembatan yang dijadwalkan Agustus atau September 2017 tidak dapat dilaksanakan.(*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0157 seconds memory usage: 0.35 MB