Kamis, 27 Juli 2017

Disbun Kaltim Apresiasi Pengoperasian Pabrik Karet

id Pabrik karet, disbun kaltim, pengolah karet
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur mengapresiasi pengoperasian pabrik pengolahan karet PT Multi Kusuma Cemerlang di Kecamatan Palaran, Samarinda, sehingga petani tidak terus menjual karet mentah ke luar daerah.

"Meski sekarang baru mampu beroperasi sekitar 40 persen, namun ini menggambarkan adanya keseriusan investor. Apalagi industri pengolahan karet oleh PT MKC ini merupakan yang pertama di Kaltim," ujar Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Disbun Kaltim Yus Alwi Rahman di Samarinda, Senin.

Kehadiran industri ini diyakini memberikan warna baru bagi pembangunan perkebunan di Kaltim, mengingat selama ini banyak petani karet mengeluh akibat anjloknya harga jual karet mentah yang harus dijual ke luar daerah.

Ia mengaku pekan lalu telah mengunjungi pabrik tersebut bersama sembilan orang dari Disbun Kaltim. Dalam kunjungan itu diketahui bahwa MKC belum mampu beroperasi 100 persen karena sebagian gedungnya masih dalam tahap penyelesaian.

Dari hasil kunjungan juga diketahui bahwa dalam perekrutan tenaga kerja, MKC mengutamakan merekrut warga setempat dan warga sekitarnya yang mencapai 70 persen.

Sedangkan 30 persen sisanya merupakan tenaga kerja yang direkrut dari luar karena merupakan tenaga ahli dan tenaga teknis.

"Keberadaan pabrik karet ini tentu akan menggairahkan petani kareta karena tidak perlu lagi menjual karet mentah ke luar daerah. Selama ini karet mentah petani dijual ke Provinsi Kalimantan Selatan, tentu harganya menjadi rendah karena pembeli harus menghitung biaya ongkos angkut," tuturnya.

Menurutnya, sejak lama sebenarnya Kaltim membutuhkan adanya industri pengolahan kareta karena produksinya memang tinggi, terutama karet mentah dari Kutai Barat dan Kutai Kartanegara.

Sedangkan berdasarkan data hingga akhir 2016, tercatat luas tanaman karet di Kaltim mencapai 116.869 hektare dengan produksi karet mencapai 62.106 ton. Sedangkan produktivitasnya mencapai 1.259 kilogram per hektare.

"Selain membantu petani, keberadaan pabrik pengolah karet ini tentu akan membuka lapangan kerja baru. Jadi, selain bisa menyejahterakan petani karet, pabrik ini juga ikut mendukung menggerakkan perekonomian daerah," ucap Alwi. (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0106 seconds memory usage: 0.35 MB