Senin, 25 September 2017

BPJS Kesehatan Ajak Peserta Ikuti Papsmear

id BPJS kesehatan, pemeriksaan papsmear, kanker serviks
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Samarinda, Kalimantan Timur, mengajak peserta JKN-KIS melakukan papsmear, yakni pemeriksaan deteksi dini untuk mencegah atau mengetahui kemungkinan adanya gejala kanker serviks.

"Layanan pemeriksaan IVA/Papsmear dijamin oleh BPJS Kesehatan di tanggal 13-31 Juli 2017, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya," ucap Kabid Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Kota Samarinda, Desy Liana Siregar di Samarinda, Jumat.

Layanan pemeriksaan gratis ini dilakukan dalam rangka menyambut ulang tahun BPJS Kesehatan ke-49, sekaligus mendorong program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Ia mengimbau seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segera melakukan deteksi dini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Pemeriksaan IVA/Papsmear merupakan metode pemeriksaan sederhana yang memiliki tingkat akurasi tinggi, aman serta nyaman bagi pasien.

Deteksi dini melalui IVA/Papsmear ini merupakan salah satu upaya unggulan BPJS Kesehatan untuk menekan prevalensi kanker serviks pada peserta JKN-KIS.

"Jika setelah diperiksa, kemudian peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, maka ia akan dirujuk mendapat pelayanan lebih lanjut sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Menurutnya, banyak perempuan merasa sehat karena kanker serviks memang tidak menimbulkan gejala sakit, bahkan sulit terdeteksi pada stadium awal, sehingga sebaiknya melakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan.

"Kanker serviks umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, padahal di stadium ini proses pengobatannya lebih sulit dan biaya pengobatannya juga menjadi lebih mahal," ucap Desy.

Ia melanjutkan, hingga Mei 2017 deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA, berhasil menjangkau 101.097 peserta, sementara untuk papsmear berhasil menjangkau 93.263 peserta.

Berdasarkan data sampai 7 Juli 2017, terdapat 178.771.035 jiwa penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Selain itu, terdapat 20.861 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, terdiri dari 9.829 Puskesmas, 4.516 Dokter Praktik Perorangan, 1.151 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 5.351 Klinik Pratama, dan 14 RS Pratama.

"BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 5.443 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 2.175 Rumah Sakit (termasuk 181 Klinik Utama), 2.270 Apotek, serta 998 Optik," kata Desy. (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0083 seconds memory usage: 0.46 MB