Kamis, 27 Juli 2017

Kebutuhan Daging Kaltim Capai 84.279,37 Ton

id Daging, kebutuhan daging, daging sapi, dinas peternakan, disnak kaltim
Kebutuhan Daging Kaltim Capai 84.279,37 Ton
Ilustrasi -- Pedagang daging sapi. (ANTARA News)
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kebutuhan daging di Provinsi Kalimantan Timur setiap tahun mengalami peningkatan dan saat ini mencapai 84.279,37 ton per tahun.

"Dari tahun ke tahun, kebutuhan akan daging di Provinsi Kaltim terus mengalami peningkatan dan saat ini sudah mencapai 84.279,37 ton per tahun," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya, Senin.

Kebutuhan daging tersebut kata Dadang terdiri, daging ayam sebanyak 71.363 ton, daging sapi sekitar 11.066,76 ton dan daging lainnya 1.849,51 ton.

Namun, lanjutnya, kebutuhan daging khususnya sapi tersebut masih banyak dipasok dari luar Kaltim, yakni mencapai 73,13 persen.

"Kondisi tersebut menunjukkan Kaltim masih sangat kekurangan ternak sapi karena distribusi lokal hanya mampu memenuhi 26,87 persen," ujarnya.

Jumlah ternak sapi yang masuk ke Kaltim sejak 2013 hingga 2016 lanjut mencapai 263 ribu ekor terdiri sapi bibit 19 ribu ekor dan sapi potong sebanyak 244 ribu ekor.

Namun, di tengah ketergantungan komoditas ternak ia mengaku masih bersyukur karena masih ada komoditas peternakan di daerah itu yang menjadi andalan dan unggulan, yakni, peternakan ayam ras pedaging (ayam broiler).

"Komoditas ayam broiler hampir seluruhnya merupakan peternakan rakyat dan telah dikembangkan melalui kemitraan usaha maupun mandiri," ucap Dadang Sudarya.

Kebutuhan daging ayam menurut ia, sudah dapat masuk swasembada karena peternak di daerah itu sudah dapat memenuhi sebesar 90,7 persen dari kebutuhan sementara sisanya 9,3 persen dipasok dari luar.

"Khusus ternak sapi, saat ini masih dalam proses pengembangan dan pemanfaatan sumber daya secara optimal terutama lahan dan sumber daya pakan lokal lainnya," tuturnya.

"Kami melakukan pengembangan peternakan sapi berbasis agribisnis peternakan, integrasi tanaman pangan dan perkebunan serta lahan bekas tambang sehingga penambahan populasi tercapai," terang Dadang Sudarya. (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0112 seconds memory usage: 0.35 MB