Lima Warga Penajam Pengidap HIV/AIDS Meninggal

id HIV, AIDS, pengidap HIV/AIDS, Warga penajam
Lima Warga Penajam Pengidap HIV/AIDS Meninggal
Ilustrasi -- Kampanye HIV-AIDS (ANTARA News)
Penajam (ANTARA Kaltim) - Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melaporkan sebanyak lima orang warga setempat pengidap HIV/AIDS meninggal dunia sepanjang Januari hingga Mei 2017.

"Kelima orang itu terlambat diketahui mengidap HIV/AIDS, sehingga penanganan dari tim medis juga terlambat," kata Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Sarjito Ponco Waluyo ketika dihubungi di Penajam, Senin.

Menurut ia, sistem kekebalan atau ketahanan tubuh kelima orang sudah menurun dan mulai digerogoti virus HIV (human immunodefeciency virus) ketika dalam penanganan Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Kelimanya terdeteksi pada saat sudah memasuki fase stadium cukup parah dengan penyakit yang dideritanya diare dan tuberkulosis akut," jelas Ponco Waluyo.

Ia menambahkan kelima orang yang meninggal dunia tersebut rata-rata berusia produktif mulai 23 sampai 49 tahun.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara juga kembali menemukan satu orang dengan HIV/AIDS atau ODHA setelah memastikan seorang laki-laki berusia 34 tahun positif terinfeksi HIV.

"Warga itu terdeteksi HIV pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Sotek, Kecamatan Penajam," ungkap Ponco.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, diketahui bahwa satu penderita HIV/AIDS tersebut tertular melalui hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan atau infeksi menular seksual (IMS).

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap laki-laki berusia 34 tahun tersebut.

"Kami lakukan upaya pendekatan agar yang bersangkutan rutin melakukan pengobatan, karena pemerintah kabupaten menyediakan obat-obatan gratis," ujarnya.

Perkembangan penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Penajam Paser Utara semakin mencemaskan dalam beberapa tahun terakhir dan sampai saat ini dinas kesehatan mencatat sebanyak 50 penderita yang menjalani pengobatan intensif di Penajam dan Balikpapan. (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0119 seconds memory usage: 0.35 MB