Kamis, 24 Agustus 2017

BNN Kaltim Geledah Sel Antisipasi Tahanan Kabur

id bnn kaltim, akbpSufyan Syarif , tahanan kabur, geledah sel
Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur menggeledah sel tahananya satu wujud mengantisipasi kemungkinan kaburnya para tahanan seperti terjadi pada daerah lain di Indonesia.

Kepala BNN Provinsi Kaltim Brigjen Polisi Sufyan Syarif di Samarinda, Kamis menyatakan penggeledahan sel itu meliputi, pengecekan jumlah tahanan, kesehatan serta barang yang ada pada setiap kamar tahanan itu.

"Pengecekan dan pemeriksaan sel di Kantor BNN Provinsi Kaltim yang kami lakukan pada Rabu (17/5) meliputi, pemeriksaan jumlah tahanan, kesehatan serta pemeriksaan semua barang yang ada di dalam kamar," ujar Sufyan Syarif.

"Jika ada keanehan dan hal yang mencurigakan, maka petugas tahanan harus dengan cepat melakukan tindakan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tahanan kabur, seperti yang terjadi di daerah lain," katanya.

Ia menyatakan prosedur penjagaan sel tahanan di BNN Provinsi Kaltim selama ini sudah dilakukan sesuai prosedur.

Kepala BNN Provinsi Kaltim itu juga mengatakan telah menginstruksikan kepada petugas agar selalu memeriksa tahanan setiap hari untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Pengamanan sel tahanan sudah dilakukan sesuai prosedur dan kami telah menginstruksikan kepada para petugas agar tidak lengah dengan selalu memeriksa seluruh tahanan yang ada di sel BNN Provinsi Kaltim," terang Sufyan Syarif.

Selain itu, tambahnya petugas juga harus selalu mengawasi dan melarang tahanan membawa barang yang tidak diperbolehkan seperti, sarung, celana panjang, ikat pinggang, korek api, gunting.

"Peningkatan dan kesiapsiagaan dalam penjagaan tersebut, merupakan upaya agar semua tahanan bisa terpantau melalui semua sektor pengamanan, baik dari pemantauan CCTV yang terpasang," tuturnya.

"Selain itu, pemeriksaan dan pengecekan tersebut, dilakukan untuk memantau kesehatan jiwa para tahanan dan mengantisipasi hal-hal negatif, yang kemungkinan dilakukan oleh sebagian tahanan," jelas Sufyan Syarif.(*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0076 seconds memory usage: 0.35 MB