Selasa, 23 Mei 2017

Kebutuhan Elpiji Diprediksi Meningkat Selama Ramadhan

id elpiji, kebutuhan elpiji, disperindagkop penajam, elpiji melon
Kebutuhan Elpiji Diprediksi Meningkat Selama Ramadhan
Ilustrasi -- Elpiji tabung ukuran 3 kilogram. (ANTARA News)
Penajam (ANTARA Kaltim) - Kebutuhan elpiji tabung kemasan 3 kilogram masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diprediksi mengalami peningkatan selama Ramadhan, kata Kepala Bidang Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah setempat, Rusli.

"Pasokan elpiji bersubsidi 3 kilogram akan disesuaikan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan," ujar Rusli ketika ditemui di Penajam, Rabu.

Ia menjelaskan penggunaan elpiji 3 kilogram di setiap rumah tangga diprediksi meningkat dari tiga tabung menjadi enam sampai tujuh tabung per bulan, selama Ramadhan.

Disperindagkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara akan melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan, jika permintaan elpiji 3 kilogram mengalami lonjakan selama Ramadhan.

Menurut Rusli kuota elpiji 3 kilogram di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2017 mencapai 1.600.682 tabung atau mengalami kenaikan dibanding pada 2016 yang hanya 1.544.280 tabung.

"Kuota gas elpiji 3 kilogran itu mengalami peningkatan sebanyak 56.402 tabung, tapi ada informasi terkait pengurangan kuota itu," jelasnya.

Informasi pengurangan kuota elpiji bersubsidi dari PT Pertamina (Persero) untuk Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut lanjut Rusli, disampaikan salah satu agen elpiji.

"Salah satu agen elpiji itu menyampaikan Pertamina akan mengurangi 10 persen kuota Kabupaten Penajam Paser Utara," ucapnya.

Sementara keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan kuota elpiji 3 kilogram Kabupaten Penajam Paser Utara, mengalami penambahan 56.402 tabung.

Namun, hingga saat ini belum ada surat resmi dari PT Pertamina terkait pengurangan kuota elpiji bersubsidi untuk Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut.

"Kami imbau masyarakat tidak resah dengan informasi pengurangan kuota elpiji bersubsidi 3 kilogram itu, karena pemerintah kabupaten belum mendapatkan pernyataan resmi dari Pertamina," tambah Rusli. (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0093 seconds memory usage: 0.35 MB