Kamis, 29 Juni 2017

Penyaluran Dana Bergulir Penajam Capai Rp50 Miliar

id penajam, sekretaris pemkab ppu, tohar, bpr ibadurrahman, dana bergulir,umkm,
Penyaluran Dana Bergulir Penajam Capai Rp50 Miliar
Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar (Bagus Purwa/ANTARA Kaltim)
Penajam (ANTARA Kaltim) -  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyalurkan dana bergulir melalui Bank Perkreditan Rakyat Ibadurrahman lebih kurang Rp50 miliar untuk bantuan permodalan bagi pelaku usaha di daerah setempat.

"Program penyaluran dana bergulir telah dijalankan pemerintah kabupaten sejak 2005 dengan dana awal Rp7,5 miliar dan saat ini telah berkembang mencapai sekitar Rp50 miliar," ujar Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar ketika ditemui di Penajam, Jumat.

Menurut Tohar, dana bergulir itu disalurkan sebagai kredit dengan bunga sangat rendah bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk modal usaha, serta para petani untuk membeli peralatan pertanian.

Dalam penyalurannya, BPR Ibadurrahman melibatkan pemerintah kabupaten untuk melakukan identifikasi dan verifikasi kesesuaian calon penerima kredit.

Selain itu, pihak perbankan juga melakukan pembinaan terhadap nasabah dan perlakuan Bank Ibadurrahman disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara bersama Bank Ibadurrahman terus melakukan penguatan usaha masyarakat," tambahnya.

Sekkab menjelaskan penguatan usaha tersebut dilakukan di bidang pertanian, serta industri mikro, kecil dan menengah.

"Sekarang dikembangkan lagi cakupannya kepada pengelolaan tanah dan sarana produksi pertanian, yakni kredit Pajale (padi, jagung dan kedelai)," tambah Tohar.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga menambah peruntukan program dana bergulir tersebut, yakni pinjaman untuk pelaksanaan pembangunan desa yang pengembaliannya dilakukan setiap tahun melalui dana desa.

Tohar menambahkan bunga pinjaman dari dana bergulir yang bertujuan lebih menggairahkan sektor UMKM dan meringankan petani dalam membeli peralatan pertanian, serta pemerintah desa tersebut hanya sebesar 2,5 persen.

"Pemerintah kabupaten juga sedang melakukan penjajakan dengan lembaga pembiayaan nonbank dan perpajakan untuk mengembangkan kelembagaan keuangan daerah dalam membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," imbuhnya.(Diskominfo PPU)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0146 seconds memory usage: 0.38 MB