Pemprov Kaltim Jadikan Berau Sentra Peternakan Kambing

id kambing, pemprov kaltim, kabupaten berau, peternakan kambing, dinas peternakan kaltim, dadang sudarya
Pemprov Kaltim Jadikan Berau Sentra Peternakan Kambing
Ilustrasi: Peternakan Kambing. (ANTARA)
Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berencana menjadikan dua kecamatan di Kabupaten Berau sebagai sentra peternakan kambing, karena memiliki sarana yang mendukung untuk pengembangannya, seperti ketersediaan pakan lokal untuk ternak.

"Dua kecamatan di Berau yang akan dijadikan sentra peternakan kambing itu adalah Kecamatan Biatan dan Batu Putih," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim Dadang Sudarya di Samarinda, Senin.

Menurut ia, dua kecamatan itu akan dijadikan sentra dengan mempertimbangkan bahwa kedua wilayah itu didukung ketersediaan pakan lokal yang melimpah, termasuk dukungan dari pemerintah kabupaten, camat, hingga kepala desanya.

Saat ini, tim Disnakeswan Kaltim melakukan kunjungan ke calon sentra peternakan di dua tempat itu, tepatnya mengunjungi Kelompok Ternak Berkah Mandiri di Desa Manunggal Jaya dan Kelompok Ternak Sarwodadi di Desa Kayu Indah, keduanya dinilai layak menjadi sentra pengembangan kambing.

Populasi kambing di dua desa tersebut hampir mencapai 2.600 ekor. Kelompok Berkah Mandiri yang diketuai Ahmad Salehudin memiliki jumlah anggota 23 orang dengan rata-rata kepemilikan ternak 10-20 ekor kambing.

Keunggulan dari pola peternak ini adalah penggaduhan, yakni menggaduhkan ternaknya kepada desa-desa lain, bahkan ke kecamatan lain dengan pola bagi hasil, seperti anak kambing dibagi dua, sedangkan ternak pokok atau indukan tetap menjadi dikuasai pemilik.

Selain itu, lanjut Dadang, kelompok ini juga memberdayakan anak-anak sekolah yang kurang mampu untuk membantu mencari pakan pada waktu sore atau pulang sekolah, sebagai imbalannya mereka dibayarkan keperluan sekolah atau biaya pendidikan.

"Pakan utama ternak kambing pada kelompok ini adalah lamtoro, gamal, dan gamalina. Jenis pakan inilah yang diambil oleh anak-anak sepulang sekolah," ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk Kelompok Ternak Sarwodadi yang diketahui Parjianto, memiliki jumlah anggota sebanyak 23 orang dengan jumlah ternak kambing di kelompok ini sebanyak 1.300 ekor.

Rata-rata kepemilikan ternak di kelompok ini adalah 10-15 ekor. Kelebihan dari peternak ini adalah setiap penjualan satu ekor ternak wajib menyetor Rp8.000 ke rekening kelompok sebagai sumber dana kas.

"Dari segi kuantitas, sebenarnya pakan ternak sudah mencukupi, tapi dari segi kualitas masih perlu kajian untuk mengetahui kandungan pakan, sehingga untuk pakan telah dibagikan benih indigofera untuk dikembangkan, karena jenis ini cocok untuk kambing mengingat kandungan proteinnya mencapai 27 persen dan tumbuh pada kondisi tanah yang tidak terlalu subur," ujar Dadang. (*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0061 seconds memory usage: 0.35 MB