Kamis, 27 Juli 2017

BPS: Industri Mikro-Kecil Kaltim Tumbuh 12,37 Persen

id BPS, industri mikro, industri kecil, pertumbuhan industri
BPS: Industri Mikro-Kecil Kaltim Tumbuh 12,37 Persen
Kepala BPS Provinsi Kaltim M Habibullah. (ANTARA Kaltim/Muhammad Ghofar)
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Badan Pusat Statistik mencatat produksi industri manufaktur mikro-kecil di Provinsi Kalimantan Timur pada triwulan IV-2016 mengalami peningkatan menggembirakan dengan pertumbuhan 12,37 persen dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

"Di tengah kondisi perekonomian Kaltim secara umum yang masih suram dalam beberapa tahun terakhir, ternyata industri mikro dan kecil masih tangguh dengan bukti terjadinya peningkatan produksi," kata Kepala Badan Pusat Statistik Perwakilan Kaltim M Habibullah dihubungi di Samarinda, Jumat.

Ia menjelaskan sejumlah kelompok industri yang mengalami peningkatan produksi cukup tinggi adalah industri makanan dengan pertumbuhan 27,97 persen, disusul industri percetakan dan reproduksi media rekaman dengan pertumbuhan 18,84 persen.

"Industri manufaktur (pengolahan) mikro dan kecil lainnya yang juga tumbuh positif adalah industri alat angkutan dengan pertumbuhan 13,06 persen, kemudian industri pakaian jadi dengan pertumbuhan 10,43 persen," paparnya.

Sedangkan industri manufaktur yang mengalami penurunan dalam periode ini adalah industri mebel yang terkontraksi 42,73 persen dan industri minuman turun 25,10 persen.

Disusul produksi industri manufaktur barang dari logam bukan logam, bukan mesin dan peralatannya terkontraksi 16,63 persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki minus 15,99 persen, serta industri karet dan barang dari plastik terkoreksi 15,41 persen.

Menurut Habibullah, industri manufaktur mikro dan kecil mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat, karena sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak dengan investasi yang dikeluarkan relatif kecil.

"Dari kondisi ini, industri mikro dan kecil dapat lebih fleksibel dan dapat beradaptasi terhadap perubahan pasar sehingga subsektor ini lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi," tambahnya.

Ia melanjutkan, industri mikro dan kecil tidak terlalu terpengaruh dengan adanya tekanan eksternal, karena dapat tanggap menangkap peluang ekspor dan substitusi impor dalam meningkatkan persediaan domestik.

"Pengembangan industri mikro dan kecil dapat memberikan kontribusi pada diversifikasi usaha dan percepatan perubahan struktur, sebagai prakondisi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang yang lebih stabil dan berkesinambungan," ucap Habibullah. (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0106 seconds memory usage: 0.35 MB