Kamis, 27 Juli 2017

Jumlah Penduduk Miskin Kaltim Turun 0,11 Persen

id samarinda, penduduk miskin, bps kaltim, m.habibullah,
Jumlah Penduduk Miskin Kaltim Turun 0,11 Persen
Ilustrasi -- Suasana pemukiman kumuh yang terdapat di Jakarta Utara, Minggu (24/5). (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan pendataan Badan Pusat Statistik pada September 2016 sebanyak 211.240 jiwa, turun 0,11 persen dibanding Maret 2016 yang tercatat 212.920 jiwa.

"Jumlah penduduk miskin atau penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan di Kaltim pada Maret 2016 sebesar 6,11 persen dari total jumlah penduduk, namun hasil pendataan pada September 2016 turun menjadi 6 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim M Habibullah di Samarinda, Kamis.

Ia menjelaskan banyak atau sedikitnya jumlah penduduk miskin di suatu wilayah dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan.

Selama Maret-September 2016, lanjutnya, garis kemiskinan naik sebesar 3,03 persen, yakni dari Rp511.205 per kapita per bulan pada Maret, menjadi Rp526.686 per kapita per bulan pada September 2016.

Gambarannya adalah jika dalam satu keluarga terdapat empat anggota keluarga dengan penghasilan kepala keluarga sebesar Rp2.500.000, maka keluarga tersebut tidak bisa dikatakan penduduk miskin karena rata-rata satu anggota keluarga bisa membelanjakan Rp625.000 atau masih di atas garis kemiskinan.

Menurut Habibullah, ada dua komponen garis kemiskinan, yakni makanan dan non-makanan. Pada periode ini terlihat peranan komoditas makanan jauh lebih besar ketimbang non-makanan, seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

"Pada September 2016, sumbangan dari komoditas makanan terhadap garis kemiskinan di Provinsi Kaltim mencapai 70,71 persen. Sedangkan sisanya 29,29 persen dari non-makanan," katanya.

Ia melanjutkan jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan secara absolut mengalami peningkatkan, tetapi secara persentase mengalami penurunan.

Sedangkan di daerah perdesaan, jumlah penduduk miskinnya secara absolut mengalami penurunan, tetapi secara persentase mengalami peningkatan.

"Selama periode Maret-September 2016, penduduk miskin di perkotaan naik sebanyak 1.600 orang atau secara persentase turun 0,07 persen, sementara di perdesaan turun sebanyak 3.280 orang atau secara persentase naik 0,10 persen," tuturnya.(*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0443 seconds memory usage: 0.35 MB