Jumat, 22 September 2017

Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Kalimantan di Jatim

id surabaya, hala bihalal, ketukunan keluarga kalimantan, wagub mukmin faisyal hp
 Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Kalimantan  di Jatim
Dari kiri Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP Gubernur Kalsel Syabirin Noor dan Gubernur Jatim Sukarwo. (Humas prov kaltim/Umar)
Surabaya (ANTARA Kaltim) – Perhelatan halal bihalal merupakan agenda rutin setiap tahun diselenggarakan Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) di Jawa Timur sebagai upaya untuk mengeratkan tali silaturahim baik antar keluarga Kalimantan  dengan keluarga Kalimantan maupun antar para  pejabat  di Jatim dengan pejabat Kalimantan.

Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP yang hadir dalam perhelatan tersebut mengatakan kegiatan itu merupakan upaya mengobati kerinduan dari keluarga  Kalimantan khsusnya Kaltim di Jawa Timur,  begitu pula akan kerinduan terhadap seni budaya maupun jajanan kue khas Kalimantan.

Menurut Mukmin  tema yang diusung  sangat bagus yaitu “Dengan halal bihalal dan temu kangen, kita angkat kembali budaya daerah dan ekonomi lokal sebagai kesiapan memasuki  Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Karena itu potensi-potensi budaya lokal maupun ekonomi lokal harus mampu menjawab tentangan ke depan.

"Budaya maupun ekonomi lokal tidak boleh tergusur oleh kebudayaan asing, karena itu Budaya Kalimantan dan khususnya Kaltim harus menjaga kelestarian budaya begitu pula dengan ekonomi lokal dengan terus memperbaiki produk-produk unggulan, dengan begitu produk yang kita miliki mampu bersaing dengan negara lain," kata HM Mukmin Faisyal disela halal bihalal K3 di Jawa Timur di Gedung Islamic Sentre Surabaya, Minggu, (7/8).

Mukmin Faisyal mengajak  masyarakat  Kalimantan khususnya Kaltim untuk terus melestarikan seni budaya bangsa agar generasi penerus  tidak kehilangan identitas dan jati diri. Pelestarian seni dan budaya, sekaligus akan menumbuhsuburkan tradisi multi etnis yang sudah lama tumbuh di negeri ini.

"Inilah wujud bangsa yang cinta damai dalam ikatan persatuan dan kesatuan, meskipun berbeda-beda namun tetap satu. Karena itu, halalbihalal K3 mesti harus terus dilanjutkan," ujarnya.(Humas Prov Kaltim/mar)  

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga

Generated in 0.0106 seconds memory usage: 0.41 MB