Selasa, 22 Agustus 2017

Oppie Andaresta Menyanyi di Hutan Kota Balikpapan

id hutan kota, sekolah balikpapan, hutan balikpapan, BLH Balikpapan, oppie andaresta
Oppie Andaresta Menyanyi di Hutan Kota Balikpapan
Oppie Andaresta (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Duta Lingkungan Hidup sekaligus penyanyi Oppie Andaresta (43) tak segan manggung di tengah Hutan Kota Telaga Sari di Gunung Pasir, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, dengan mendendangkan lagu pujian tentang alam dan hutan.

"Saya sekarang memang lebih fokus membuat lagu tentang alam lingkungan dan lingkungan, terutama untuk anak-anak," kata Oppie sambil menenteng gitar. Sekarang penyanyi ini juga menuliskan namanya sebagai Ovie Ariesta.

Oppie adalah nominator penerima penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk penata lagu atau produser terbaik untuk lagu anak-anak.

Di panggung sederhana di Hutan Kota Telaga Sari itu Oppie manggung di depan para pejabat Kota Balikpapan, PT Chevron Indonesia Ltd, tokoh Yayasan Kehati Ismid Hadah, dan para pelajar yang menjadi juara sejumlah lomba memeriahkan ulang tahu ke-119 Kota Balikpapan.

Para pelajar itu bahkan diajak Oppie naik ke panggung, bergantian untuk setiap lagu yang dinyanyikannya. Sekali-sekali Oppie menguji pengetahuan para pelajar itu.

"Apa gunanya hutan?" Oppie bertanya kepada perwakilan regu Pramuka yang diajaknya naik ke pentas.

"Hutan itu tempat hidup banyak hewan," jawab Andre tangkas. Andre penggalan ramu dari dari Gugus Depan 04.031 SMPN 1 Balikpapan.

Lewat lagu-lagunya, Oppie mengajak menanam pohon dan memelihara hutan dan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya seperti dalam lagu tentang orangutan.

"Saya kagum ada hutan yang begitu dekat dengan kota. Bahkan ini sungguh dikelilingi kampung dan permukiman," kata Oppie lagi.

Hutan Kota Pendidikan Telaga Sari meliputi kawasan seluas 28 hektare di puncak-puncak dan lembah bukit-bukit pasir di kawasan Gunung Pasir, Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota.

Kawasan itu resmi menjadi Hutan Kota mulai tahun 1996. Sebagian areal yang rusak mulai ditanami dengan pohon akasia sebagai pohon peneduh dan pelindung tanah.

"Akasia hanya sementara," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Balikpapan Suryanto.

Oleh Kelompok Kerja Hutan Kota Pendidikan Telaga Sari (Pokja HTPLS) akan ditanam pohon-pohon yang dulu pernah tumbuh di sini seperti kayu ulin dan bangkirai. Termasuk juga perdu karamunting, dan pohon jambu.

Menurut masyarakat dulu Hutan ini juga banyak punya tanaman kantong semar (Nepenthes).

Agar tak monoton, Oppie pun tak melulu menyanyikan lagu alam. Lagu hitsnya Cuma Khayalan, Happy Single, sampai Bento dari Swami dibawakan. Penonton pun turut bernyanyi serta bertepuk tangan mengiringi sajian musik akustik Oppie.

"Sekali lagi, mari jaga hutan kita," tutup Oppie. (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga

Generated in 0.0133 seconds memory usage: 0.36 MB