BI Balikpapan Buka Perpustakaannya Untuk Mahasiswa

Kepala Perwakilan BI Tutuk SH Cahyono menandatangani nota kesepahaman dengan pimpinan Universitas Balikpapan, Politeknik Balikpapan, STIEI Madani, dan ASMI Airlangga untuk layanan silang perpustakaan, termasuk perpustakaan Bank Indonesia tersebut, Rabu (3/7). (Novi Abdi/ANTARA)

Berita Terkait
Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Balikpapan mempersilakan koleksi perpustakaan yang dimilikiya juga menjadi tempat para mahasiswa di Kota Minyak itu mencari referensi bahan kuliah.

"Silakan dicari di sini di perpustakaan kami. Cukup lengkap, terutama untuk ilmu-ilmu ekonomi. Dan buku-buku jenis lain juga banyak," kata Tutuk SH Cahyono, Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Rabu (3/7).

Selain berupa buku, majalah, dan sejumlah jurnal ilmiah, perpustakaan BI juga berisi koleksi e-journal atau jurnal ilmiah elektronik.

E-journal ini dari provider internasional seperti JSTOR, PROQUEST, EMERALD, SPRINGERLINGK, IJCB, NBER, E-BRARY, dan OECD.

"Ini koleksi unggulan kami, mari kita manfaatkan bersama," kata Tutuk.

Ruangan Perpustakaan BI menempati sisi selatan Gedung BI di Jalan Jenderal Sudirman. Ada seorang petugas yang siap melayani pengunjung mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 Wita.

"Di sini juga tersedia `free wifi`, internet gratis. Bisa juga membaca di teras perpustakaan dengan pemandangan laut dan taman di Monpera," kata Tutuk Cahyono.

Agar lebih mudah bagi mahasiswa untuk memanfaatkan perpustakaan tersebut, BI Balikpapan menjalin kerja sama resmi dengan empat perguruan tinggi yang ada di Balikpapan, yaitu Universitas Balikpapan (Uniba), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Madani, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), dan Akademi Sekretaris dan Manajemen Indonesia (ASMI) Airlangga.

Kerja sama tersebut dalam bentuk perjanjian kerja sama silang perpustakaan antara Perpustakaan BI dengan perpustakaan dari keempat kampus.

"Saya lihat jurnal-jurnal ilmiah yang bagus-bagus itu. Itu sangat berguna bagi kawan-kawan yang ambil kuliah pascasarjana," kata Dr Suhartono, Rektor Universitas Balikpapan.

Menurut Dr Suhartono, selama ini karena keterbatasan fasilitas yang dimiliki, para dosen dari kampus-kampus tersebut yang menjadi mahasiswa pascasarjana di berbagai perguruan tinggi lain harus membeli mahal password untuk bisa masuk ke perpustakaan elektronik berbagai kampus yang memilikinya.

Dibukanya Perpustakaan BI untuk civitas akademika itu juga disambut gembira para mahasiswa.

"Koleksi kita serasa tambah lengkap. Kan kalau tidak ada di kampus, bisa cari ke sini. Ada wifi lagi," kata Kurniawati, mahasiswa Poltek Balikpapan. (*)

Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar